Kenali Kelemahanmu !


Well, ngapain sih judul postingan kali ini nyuruh-nyuruh kenalan sama Si Mr. Kelemahan? Plisss deh… gue kan udah punya banyak kenalan hasil blogwalking getoh! (Kata Si Alay).

Hmmm… kawan, kenalan yang saya maksud bukan berarti say hello, jabat tangan, muka senyum lalu berkata, “Hai, namaku Anu”. Lagian Si ‘kelemahan’ itu bukan manusia (yang tangannya bisa dijabat). Tapi dia bisa kita identifikasi, kawan. Kelemahan itu juga bukan berada di luar diri kita, melainkan ada dalam diri kita.

Mungkin, di antara Narablog ada yang mempunyai target, kenginan, dan impian-impian tertentu. Dari yang kecil hingga yang besar. Dari yang sederhana hingga yang tampak rumit untuk diraih. Dari yang rendah hingga yang tinggi menjulang.

Masalahnya adalah ketika kita memiliki impian (keinginan) yang melampaui batas kemampuan kita. So what? Kita kan nggak tahu tuh batas kemampuan kita dimana. Daripada sibuk memikirkan dimana letak ‘perbatasan’ itu, lebih baik fokus sama tujuan. Sebagian ada yang beranggapan seperti itu. Sepintas pernyataan tersebut seperti mengacuhkan kelemahan yang ada pada diri sendiri. Tak peduli apa pun, kita tetap menginginkan hal (yang kita inginkan) itu segera terjadi. Sebentar dulu. Apakah batas kemampuan dan kelemahan itu adalah sesuatu yang sama? Baiklah Narablog yang saya sayangi. Saya akan membahas keduanya belakangan. Continue Reading

Ini Ibu Budi !


Ah… sudah lama sekali rasanya tidak pernah menulis di blog ini. Ini membuat saya kadang-kadang mempertanyakan diri saya sendiri. Saya ini serius mau jadi penulis atau tidak sih??!!(Tolong dibaca dengan sedikit membentak!).  Iya nih, sekedar menulis catatan harian saja sekarang kok rasanya mulai kaku begini. Ini juga yang membuat saya sering membatalkan niat memosting tulisan. Karena saya merasa kaku, jadi sulit memulai. Sementara pikiran saya dipenuhi tugas kuliah yang belum selesai. Rumus-rumus berkeliaran di otak saya. Penjelasan dosen tadi pagi dan siang mesti cepat saya abadikan lewat catatan yang rapi–karena pas kuliah saya cuma asal corat-coret. Jadilah saya mengerjakan tugas-tugas tersebut terlebih dahulu, sampai larut malam (dan pernah tidak tidur sama sekali) lalu mengabaikan blog yang sepertinya BENAR-BENAR TIDAK TERURUS ini. Lha giliran ada waktu, malah bingung mau nulis apa. *mijit-mijit kepala*

Narablog sekalian….

Kira-kira… apa yang menyebabkan saya jadi *mijit-mijit kepala*Begini? Lho?

Barangkali Narablog punya Tips and Trik bagaimana supaya saya lancar menulis lagi? Karena saya merasa benar-benar seperti anak  SD yang baru bisa menulis…

“INI IBU BUDI”

#Weleh-weleh

Dan ini hanyalah foto permen sebelum saya menikmati manisnya.

Sapaan Untuk Kalian


Assalamu’alaikum.wr.wb

Alhamdulillah saya bisa menyapa lagi kalian semua. Lewat Blog yang amat sederhana ini, saya selalu ingin berbagi. Sebenarnya… ingin hati untuk selalu berbagi tiap hari. Tapi apa mau dikata,  saya nggak punya laptop dan modem yang bisa memudahkan saya memposting tulisan kapan pun saya mau SETIAP HARI.

Tapi… itu dulu. Sekarang saya udah punya laptop plus modem *girang mode 0n* (hihihi). Jadi Betapa Amat  Sangat Gembiranya saya. Salah satu impian saya sejak masuk kuliah tercapai juga. Tentu saja dengan pengorbanan dan kesabaran yang uuuch… deh pokoknya. Dengan adanya laptop ini sekarang, saya bisa begadang membuat cerpen atau novel (mungkin). Seperti yang sudah saya bilang, menulis adalah jiwa saya. Dan juga mulai sekarang, Insya Allah saya nggak bakal membiarkan rumah saya ini usang karena nggak pernah diupdate.

Okeh… itu dulu mungkin. Sekedar ngasi info saja. Mohon do’anya, semoga laptop ini “Berkah” dan “Berumur Panjang”. hehe

Lomba Inovasi Teknologi Sederhana (LITS) 2011


Berikut ini adalah pengumuman Lomba Inovasi Teknologi Sederhana (LITS) 2011 yang telah direvisi tanggal 6 April 2011.
A. KETENTUAN :
• Peserta lomba adalah mahasiswa D3 atau S1 Perguruan Tinggi yang masih aktif.
• Biaya pendaftaran Rp 75.000 (tiap proposal). Ditransfer ke Continue Reading

Cara Membuat Sticky Post di WordPress


Ini tulisan pertamaku yang mengangkat tutorial wordpress.  Yaitu cara-cara  dan fiture2 yang bisa kalian pake untuk mengutak-atik website kalian sendiri. Tapi ini hanya khusus untuk wordpress ya…^^

Nah… mengenai tulisan ini, aku mau ngasi tahu nih, bagaimana ‘Cara Membuat Sticky Post di WordPress’ kalian. So, Let’s Check It Out :

Continue Reading

Latihan Soal Permutasi II


Kali ini saya mau ngasi latihan so’al buat narablog yang masih setia membaca blog seseorang yang selalu berusaha menjadi lebih baik ini.

ini soal materi Permutasi II di Mata Kuliah Struktur Aljabar. Untuk memudahkan pemahaman materi bisa kalian liat di situs Gamatika Zone. semoga bermanfaat.

Latihan So’al :

1.       Apakah merupakan cycle? Berikan alasanmu ! bagaimana kalau ? Berikan pula alasanmu!

2.       Tunjukkan bahwa perkalian cycle yang disjoint, pasti komutatif !!

Jawab:

1. merupakan cycle karena 1 dipetakan jadi 2, kemudian 2 dipetakan jadi 1. Hal ini memenuhi definisi cycle.

Sedangkan bukan merupakan cycle. Karena ketika 1 dipetakan jadi 2 dan 2 dipetakan jadi 1, maka 3 dan 4 dipetakan tetap (berdasarkan definisi cycle).

2.       Misal Kita Punya

Maka kita dapat membuat cycle yg disjoint

Akan ditunjukkan

Jadi, Perkalian cycle yang disjoint, pasti komutatif.

BAHAGIA, LALU SUKSES


Tulisan ini Murni saya ambil dari rubrik “catcil”-nya Majalah An Nida versi cetak edisi April 2008. Udah lama sih. Tapi saya posting di sini karena ini adalah tulisan yang tetap saya ingat sampai sekarang. Berniat untuk berbagi ke kalian (teman-teman dunia Maya), maka saya lanjutkan untuk mempost tulisan ini. Semoga menjadi bahan renungan. :-)

Mana yang akan kita pilih dari urut-urutan judul di atas? Bahagia lalu sukses, atau sukses dulu baru bahagia?

Jamaknya, kita memilih yang kedua, dengan alasan bahwa kebahagiaan merupakan buah dari kesuksesan. Dengan pilihan ini, kita juga ingin mengatakan bahwa sebelum sukses hidup kita haruslah dipenuhi oleh perjuangan berbalut keprihatinan dan kepahitan hidup. Tak ada waktu untuk bersenang-senang, apalagi yang sekedar membuang-buang waktu. Hidup kita dikondisikan untuk akrab dengan keringat dan airmata dalam porsi di luar kewajaran. Artinya, kita harus bekerja ekstra keras dan menangis sesering-seringnya.

Tak ada yang keliru dengan kejamakan ini. Hidup kita memang harus berisi dinamika yang mampu mengeksplorasi energy fisik dan jiwa kita. Namun, menempatkan kesuksesan sebagai dasar bahan kebahagiaan merupakan tindakan yang keterlaluan. Apalagi, kebahagiaan adalah fitrah manusia yang telah Dia gariskan begitu kita ditakdirkan menjadi makhluk yang akan menghuni mayapada ini (Q.S 17:70). Betapa kejamnya jika untuk meraih kebahagiaan saja kita harus berjibaku dengan segala macam kesusahan, yang dipercaya sebagai syarat menggenggam kesuksesan. Padahal, merasa bahagia tidaklah membutuhkan syarat yang berat dan mustahil.

Bahagia adalah perasaan saat kita mampu memberikan manfaat kepada diri sendiri. Itulah mengapa ada orang yang merasa bahagia saat terlibat dalam sebuah hobi, misalnya memancing atau mengoleksi lukisan. Saat menunggui ikan menyantap kain atau memandangi lukisan, ia merasakan sensasi kebahagiaan dalam dirinya—yang sangat individual sifatnya.

Lantas, dimana letak kesuksesan? Kesuksesan sesungguhnya adalah kebahagiaan yang diperluas areanya. Jika bahagia masih bersifat personal—yaitu dengan memberikan manfaat kepada diri sendiri—maka sukses bersifat komunal, yaitu memberikan manfaat juga kepada orang lain. Maka, sekalipun dalam genggaman kita telah terdapat rumah, mobil, perhiasan, jabatan, dan title, tetapi tak secuil pun orang lain yang merasakan semua itu, maka kita tidak tergolong orang yang sukses. Kita hanya (mungkin) merasa bahagia. Hanya saja, berhubung kita meganggap kesuksesan sebagai sumber kebahagiaan, akibatnya seluruh capaian sukses (yang bersifat bendawi dan kasat mata) pun kita nikmati seorang diri. Dalam kesendirian itu, kita mengaku telah bahagia dan sukses, padahal sama sekali belum.

PENYELESAIAN KUADRAT TERKECIL


Setelah menyelesaikan tulisan saya tentang Hampiran Terbaik, sekarang saya membahas tentang penyelesaian kuadrat terkecil, karena sebuah teknik standar dalam pemodelan Matematika dan statistik adalah mencari suatu “kuadrat terkecil” yang cocok dengan suatu himpunan titik data di dalam bidang. Kurva kuadrat terkecil biasanya adalah grafik tipe standar dari suatu fungsi seperti fungsi linear, polinom, atau polinom trigonometri. Karena data mungkin mengandung galat di dalam pengukuran atau ketidaktepatan eksperimen, kita tidak membutuhkan kurva untuk melewati semua titik-titik data.

Masalah kuadrat terkecil pada umumnya dapat dirumuskan sebagai sebuah sistem kelebihan persamaan linear. Ingat bahwa sistem kelebihan persamaan berarti lebih banyak persamaannya daripada peubah (bilangan yang tidak diketahui)nya. Sistem yang demikian biasanya Continue Reading

HAMPIRAN TERBAIK, KUADRAT TERKECIL


Suatu masalah yang sering dijumpai di dalam penerapan Matematika adalah mencari suatu persamaan yang dapat mewakili suatu kumpulan data percobaan. kita tahu bahwa sebuah garis lurus di tentukan oleh dua titik, sebuah parabola di tentukan oleh tiga titik, dan sebuah polinom kubik ditentukan oleh empat titik dst. Misalkan bahwa kita diberi enam titik yang diberikan dalam gambar (1). Hubungan antara x dan y tampaknya hampir linear, sehingga kurang beralasan untuk mengepaskan atau mencocokkan sebuah pilinom berderajat lima (gambar (2)) kepada data ini.

Gambar (1)

Gambar (2)

Gambar (3)

Suatu pendekatan yang lebih masuk akal adalah menemukan suatu fungsi linear yang dapat menjadi “wakil terbaik” bagi data tersebut.

Continue Reading

ABORSI???


Kali ini, aku mau cerita sedikit (yang bener…? Sedikit apa banyak ya?) tentang sebuah kejadian yang aku tidak tahu penting atau tidak untuk di bahas. Kejadian itu terjadi pada hari Ahad 21 Novvvemmmba (hadoh lebay banget sih nyebut November) kemarin.

Kesel bin sebel !!!

Hal yang paling aku benci di dunia ini adalah ”KETERTUNDAAN”.

Walau dengan alasan apapun, sampai gigiku ompong, aku tetap tidak bakalan terima! Hehe… Coba bayangkan! Ketika kamu mengharapkan sesuatu akan terjadi—untuk kasus yang satu ini, tepatnya… kamu sudah merencanakannya jauh-jauh hari dan apabila tidak terpenuhi, akan menyebabkan masalah yang LUARRR BIASA FATAL ! lalu tiba-tiba rencana tersebut benar-benar tidak terlaksana akibat KETERTUNDAAN. Hayyooh… apa yang kamu rasakan?

Huwwaaahhh ! GERRAHHH Bo’, BIKIN KOMPLIKASI, LO FRUSTASI, Hati EMPET-EMPET!!! (jiaaah…kaya’ lagunya Project Pop Aja).

Well, daripada aku meledak-ledak seperti ini, ntar disangka pelaku bom bunuh diri. Mendingan aku lanjutkan saja ceritanya.

Continue Reading